Menu Membusuk dan Distribusi Terlambat, Program MBG di Ujungjaya Disorot Warga

SOROT KASUS

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:05 WIB

50101 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu | Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjamin asupan sehat bagi anak-anak sekolah justru menuai kecaman dari para orang tua murid di Desa Ujungjaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu. Alih-alih bergizi, makanan yang dibagikan diduga tidak layak konsumsi dan kerap berakhir di tempat sampah.

Sejumlah orang tua murid mengungkapkan temuan menu MBG yang memprihatinkan, mulai dari buah naga dalam kondisi membusuk dan berulat, sayuran berbau basi, perkedel keras menyerupai batu, hingga roti tawar yang hanya dibungkus kertas tanpa standar kebersihan yang memadai. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius akan dampak kesehatan bagi anak-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masalah tak berhenti di kualitas menu. Warga juga menyoroti buruknya manajemen distribusi. Makanan MBG disebut sering datang terlambat, bahkan menjelang sore hari, yang otomatis menurunkan tingkat kesegaran dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.

Orang tua murid pun mempertanyakan kinerja dan pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk peran tenaga ahli gizi yang seharusnya memastikan kelayakan makanan sebelum dibagikan. Mereka mendesak agar menu MBG dicicipi dan diuji terlebih dahulu, bukan langsung diserahkan kepada anak-anak.

Program MBG di Desa Ujungjaya diketahui dikelola oleh Yayasan Nurwasita. Kepala SPPG MBG setempat, Trisna Sugiarto, tetap bersikukuh bahwa seluruh proses telah dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Saya sudah menjalankan sesuai SOP,” ujar Trisna singkat saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Di sisi lain, H. Sidik selaku pemilik Gedung MBG Desa Ujungjaya membantah keras adanya kasus keracunan akibat menu MBG. Ia juga menyatakan keberatan atas beredarnya video di salah satu kanal YouTube yang menyebut dugaan keracunan, karena dinilai merugikan dan mencemarkan nama baik usahanya.

Namun bantahan tersebut belum sepenuhnya meredam keresahan warga. Sejumlah warga sekitar dapur MBG justru mendesak agar persoalan ini diusut tuntas. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menilai ada kejanggalan antara besarnya anggaran dengan kualitas menu yang diterima anak-anak.

“Anggarannya besar, tapi kalau dilihat dari menu dan porsinya, kalau dihitung-hitung paling cuma sekitar Rp8.000. Ini harus dibuka secara transparan,” tegasnya.

Warga juga menduga bahan makanan yang digunakan tidak dalam kondisi segar (fresh), sehingga berpotensi menjadi sarang bakteri dan membahayakan kesehatan anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat program.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Ujungjaya menuntut adanya pemeriksaan lapangan, evaluasi menyeluruh, serta audit transparan terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), agar tujuan program benar-benar tercapai dan tidak justru mengorbankan keselamatan anak-anak.

Berita Terkait

Bersatu dalam Sportivitas, Suporter Lintas Wilayah Perkuat Sinergi Menjaga Kamtibmas
Kepercayaan Publik yang Retak: Ketika Pemerintah Desa, Media, dan Masyarakat Gagal Bersinergi
Anggota DPRD Dituntut 5,5 Tahun, FPR Desak KPK Tetapkan Aktor Intelektual sebagai Tersangka
Asisten Penasehat Khusus Presiden Bidang ESDM Hadiri Musdalub AKPERSI Sumsel 2026-2031
SMSI Soroti Kerjasama Publikasi, Agus Kliwir : Media Harus Terverifikasi Konstituen Dewan Pers
Bukan Ramah-Tamah, Tapi Konsultasi Publik : Alim Hendra Disebut Pembohong
Semangat Kolaborasi: Polda Riau dan Pemprov Gelar Apel Satgas Anti Narkoba, IBU-IBU Panipahan Diangkat Jadi Duta
Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Kobarkan Semangat Persatuan, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:46 WIB

Respons Informasi Warga, Polres Aceh Tenggara Ungkap Penanaman Ganja di Ketambe

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Tak Hanya Menegakkan Hukum, Kapolres Aceh Tenggara Perkuat Pendidikan Lewat Program POLIDIK

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Respons Cepat Polsek Bambel, Pantau Luapan Sungai Lawe Tuban dan Tanggul Jebol di Lawe Kisam

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Tokoh Masyarakat Aceh Tenggara Sesalkan Klarifikasi Muslim Soal Kesepakatan Hutan Kawasan TNGL: “Sama Halnya Memasang Tali Gantungan ke Leher Petani”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Seorang Perempuan dengan 34 Paket Sabu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:46 WIB

LSM Kompak Aceh Tenggara: Sepakat Jaga Leuser, Tapi Jangan Lupakan Rakyat!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Rencana Penumbangan Kebun Buat Resah, Petani Aceh Tenggara Desak Pihak TNGL Hormati Perjanjian 2014

Berita Terbaru