Video Beredar di Media Sosial, Masyarakat Desak Sekda Aceh Tenggara Turun Tangan dan Periksa Oknum
ACEH TENGGARA — Jagat media sosial di Kabupaten Aceh Tenggara dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang diduga memperlihatkan oknum tenaga kesehatan yang disebut-sebut bekerja di Puskesmas Mamas memperagakan adegan yang dinilai tidak pantas saat sedang makan es krim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Video tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Sejumlah warga menilai perilaku yang terekam dalam video tersebut tidak mencerminkan etika dan kepatutan seorang tenaga kesehatan, terlebih yang bersangkutan diduga merupakan aparatur atau tenaga yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah.
Konten tersebut menuai beragam reaksi masyarakat. Sorotan terutama tertuju pada dugaan perilaku yang dianggap tidak layak dipertontonkan kepada publik.
“Kalau benar yang bersangkutan merupakan tenaga kesehatan di Puskesmas Mamas, tentu ini harus menjadi perhatian serius. Tenaga kesehatan seharusnya menjaga etika, nama baik institusi dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Masyarakat pun mendesak Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Tenggara agar tidak membiarkan persoalan tersebut berhenti sebatas viral di media sosial. Mereka meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait melakukan klarifikasi dan pemeriksaan terhadap pihak yang disebut dalam video.
Desakan tersebut bukan semata-mata terkait isi video, tetapi juga menyangkut nama baik institusi pelayanan kesehatan pemerintah serta kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan.
Publik meminta agar pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status oknum yang diduga berada dalam video tersebut, apakah benar merupakan tenaga kesehatan Puskesmas Mamas, serta apakah terdapat pelanggaran terhadap kode etik, disiplin, atau ketentuan kepegawaian yang berlaku.
Jika hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya pelanggaran, masyarakat berharap pemerintah tidak ragu mengambil tindakan sesuai aturan.
Sebaliknya, apabila informasi yang beredar tidak sesuai fakta, pemerintah juga dinilai perlu memberikan klarifikasi agar tidak terjadi penghakiman terhadap pihak yang bersangkutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Puskesmas Mamas maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terkait video yang beredar tersebut.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret pemerintah daerah. Apakah video viral itu akan berakhir sebagai sekadar tontonan di media sosial, atau justru menjadi pintu masuk bagi pemeriksaan etik dan disiplin terhadap oknum yang disebut-sebut dalam video tersebut.




























